Lalu, prestasi di level internasional, seperti pada Kejuaraan Dunia di Perak akhir tahun lalu pun diapresiasinya dengan sangat baik. Ia menilai, cabang arung jeram sudah layak untuk naik kelas.
“Semakin banyak event-event internasional digelar di Indonesia, semakin bagus untuk pembinaan di daerah dan daerah bisa mencontohnya. Sekaligus cabor ini jangan lagi hanya berorientasi kepada kompetisi saja, tapi juga diperlukan sebagai penggerak sport tourism, konservasi lingkungan sungai, hingga penanggulangan bencana,” imbuhnya.
Sebagai penggerak sport tourism, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan olahraga arung jeram karena, ujar Marciano, didukung kondisi alam yang sangat ideal.
“Alam Indonesia sangat mendukung untuk perkembangan atlet-atlet arung jeram. Karena itu, saya juga berpesan kepada Ketua PB FAJI masa bakti 2026-2030 agar terus melekat dan bersinergi dengan Kementerian Pariwisata untuk meningkatkan kualitas sport tourism di Indonesia,” tambahnya.
Menurut dia, berbagai destinasi wisata di Indonesia yang memiliki potensi arung jeram perlu dioptimalkan melalui agenda kejuaraan daerah, nasional, hingga internasional.
