“Korban mengalami kekerasan fisik maupun mental yang cukup serius. Bahkan ada yang sudah sangat nampak dampak traumanya. Termasuk secara fisik ada dampak pada korban yang tidak tumbuh kembangnya tidak sesuai,” ujarnya.
Berdasarkan laporan orangtua, sejumlah anak korban mengalami kekerasan fisik dan mental yang berdampak signifikan. Beberapa di antaranya menunjukkan tanda trauma hingga gangguan tumbuh kembang.
Orang tua korban melaporkan berbagai masalah kesehatan pada anak-anak mereka, mulai dari pneumonia, bronkitis, infeksi kulit, infeksi saluran kemih (ISK), hingga stunting.
“Kondisi ini diduga akibat selama berada di daycare anak-anak tidak mendapatkan asupan gizi yang memadai, mengalami dehidrasi, serta ditempatkan di ruang yang lembab, sempit, dan tidak layak,” katanya.
Sejumlah orangtua menyampaikan rasa bersalah dan penyesalan mendalam, disertai kemarahan atas dugaan perlakuan yang dialami anak-anak mereka.
Mereka juga berharap agar rekaman video yang beredar di media sosial terkait kasus ini segera diturunkan (take down). (far)
