Senada dengan itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai pergerakan rupiah masih dalam kategori stabil jika dilihat dari sisi volatilitas. Hingga pertengahan Mei 2026, volatilitas rupiah tercatat sekitar 5,4 persen secara year to date.
“Bank Indonesia tidak hanya melihat level kurs, tetapi stabilitas pergerakannya. Dari sisi volatilitas, rupiah masih terkendali,” ujar Perry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta.
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun meminta BI terus mengambil langkah terukur agar rupiah dapat kembali mendekati asumsi makro APBN 2026 di kisaran Rp16.500 per dolar AS demi menjaga stabilitas ekonomi domestik dan mengurangi tekanan terhadap industri berbasis impor.
Di tengah gejolak pasar tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga memanggil jajaran menteri ekonomi dan Gubernur BI ke Istana Negara untuk membahas kondisi ekonomi terkini. Hadir dalam rapat terbatas itu antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani, serta Gubernur BI Perry Warjiyo.(bam)
