Selain itu, pihaknya juga berencana untuk menggelar laga tinju antar pelajar di DKI Jakarta yang pesertanya berasal dari sasana maupun arena tinju yang ada dilingkungan masyarakat seperti kolong flyover ini.
“Nantinya tinju nasional, khususnya DKI Jakarta tidak akan kehabisan stok petinju andal.Saya berharap tak hanya di eilayah Jakarta Timur saja, lima wilayah Ibukota gang rawan tawuran pun jika perlu disediakan arena seperti ini,” tandas Hengky Silatang.
Terpisah, Walikota Jakarta Timur, Munjirin menjelaskan, ide pembangunan ring tinju lahir dari ruang diskusi bersama forum pemuda pada akhir Desember 2025. Dari berbagai masukan yang diterima, ia memilih menghadirkan arena olahraga sebagai solusi konkret dibandingkan hanya pendekatan edukasi semata.
Menurutnya, kolong flyover Susukan-Ciracas dipilih karena sebelumnya dikenal sebagai salah satu lokasi berkumpul pemuda yang rawan konflik dan tawuran.
“Sekarang ego dan energi besar anak-anak muda itu tidak lagi disalurkan di jalanan, tetapi dipindahkan ke dalam ring tinju resmi dan arena skatepark,” kata Munjirin.
