Tampilnya di JAPFA Internasional FIDE Rated Tournament katanya, sangat tepat untuk mengasah permainan catur yang dimiliki sebelum melangkah ke event internasional.
Hal senada dikatakan Susanto yang optimis dapat mengambil tampuk juara di JAPFA Internasional FIDE Rated Tournament 2026. “Saya optimis dapat meraih juara, apalagi di babak ketujuh menang lawan Stevanky, ” katanya.
Stevanky merupakan lawan yang ulet dan perlu berbagai terobosan untuk mengalahkannya. Semua itu dia lakukan dengan berbagai jurus andalannya dan akhirnya dapat merobohkan raja hitam lawan untuk meraih kemenangan.
Sedang pertandingan babak sembilan Susanto tidak menemui kesulitan untuk mengalahkan rekan lamanya IM Tirta Chandra. Susanto yang memegang buah putih tampil cukup agresif. Hal itu yang membuat Tirta Chandra sedikit menguras tenaga menahan gempuran rekan seangkatannya yang kini sama – sama berprofesi sebagai pelatih catur nasional.
Persaingan kedua pecatur nasional di papan 64 petak ini tidak ada putusnya sejak berusia 9 tahun ketika menghuni sekolah catur Enerpac yang bermarkas di Roximas, Jakarta. Namun dengan keuletan yang dimiliki Susanto akhirnya dapat menggulingkan Raja hitam rekan dekatnya untuk mengukir juara dengan mengumpulkan nilai 7,5 VP.
