Kegiatan seperti itu, lanjut Idris, dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai kompleksitas tata kelola pemerintahan di Jakarta.
Semangat kritis mahasiswa, sambung dia menjadi energi positif bagi para pemangku kebijakan. Meningkatkan kinerja dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan perkotaan.
“Mereka berharap, permasalahan yang ada di Jakarta ini bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya, dengan kondisi apapun,” katanya.
Terkait pengelolaan sampah menuai perhatian mahasiswa. Penanganan sampah butuh keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Termasuk generasi muda dan kalangan mahasiswa.
Idris mengatakan, sangat penting membangun budaya memilah sampah sejak dari lingkungan terkecil. Sejumlah negara maju telah menerapkan hal itu. Terbukti, mampu mengurangi permasalahan lingkungan. “Memilih sampah itu merupakan salah satu langkah terbaik,” kata dia.
Ia berharap, kesadaran terhadap pengelolaan sampah dapat terus tumbuh di kalangan masyarakat. Sehingga penanganan berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
