Tak hanya dari DPRD, Partai Gerindra juga disebut akan memberikan sanksi disiplin kepada Syahri yang merupakan kader partai tersebut.
“Tidak hanya sanksi dari DPRD, namun partai juga akan memberikan sanksi disiplin karena anggota dewan tersebut merupakan anggota fraksi kami dari Partai Gerindra,” ujar Halim yang juga menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Jember.
Ia menambahkan, Syahri merupakan anggota dewan baru dan belum pernah mengikuti pendidikan kaderisasi partai di Hambalang. Karena itu, kasus tersebut juga akan dilaporkan kepada pimpinan partai sesuai ketentuan yang berlaku.
Pimpinan DPRD Jember juga berencana memanggil Syahri untuk menjalani klarifikasi serta meminta yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Sementara itu, setelah sempat tidak muncul ke publik sejak videonya viral, Achmad Syahri As Siddiqi akhirnya memberikan klarifikasi dan permohonan maaf melalui sebuah video pada Rabu (13/5/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB ramai di media sosial.
“Saya Achmad Syahri As Siddiqi, anggota Komisi D DPRD Jember, dengan rendah hati meminta maaf kepada masyarakat Jember, khususnya Ketua Umum Partai Gerindra dan DPP atas apa yang sudah saya lakukan. Saya khilaf, saya sadar apa yang saya lakukan jadi pembelajaran buat saya,” ujar Syahri dalam video klarifikasinya.
