Sebagai bagian dari kesepakatan damai, keluarga pelaku telah menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan keluarganya. Mereka juga berkomitmen meningkatkan pengawasan terhadap anak agar kejadian serupa tidak terulang.
Selain itu, keluarga pelaku bersedia menanggung biaya pengobatan korban akibat insiden tersebut. Ramon berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi para pelajar untuk menyelesaikan konflik tanpa kekerasan serta lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Baik pelaku, korban maupun pelajar lainnya dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini agar lebih dewasa dalam bersikap dan bergaul,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan para orang tua untuk lebih aktif mengawasi pergaulan dan aktivitas anak guna mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja maupun perundungan di lingkungan sekolah.(Vinolla)
