Namun, dengan kenaikan harga BBM terbaru, kebutuhan anggaran dipastikan tidak dapat terpenuhi hingga akhir tahun. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai tambahan anggaran dari pemerintah daerah.
Sebagai langkah darurat, Dishub melakukan penyesuaian layanan operasional. Jika sebelumnya bus sekolah melayani antar-jemput pagi dan siang, kini layanan hanya difokuskan untuk keberangkatan pagi hari.
“Untuk sementara, layanan penjemputan pulang sekolah ditiadakan di sebagian besar rute. Ini agar layanan tetap bisa berjalan sampai akhir tahun,” kata Sigit.
Adapun rute yang terdampak meliputi Ponjong–Wonosari, Semanu–Wonosari, Sokoliman–Wonosari, Tanjungsari–Wonosari, Gedangsari–Wonosari, dan Nglipar–Wonosari. Sementara itu, rute Semin–Wonosari masih beroperasi penuh untuk layanan pergi dan pulang.
Kebijakan tersebut berdampak langsung pada siswa dan orang tua. Untuk kepulangan sekolah, pelajar kini harus menggunakan kendaraan pribadi atau dijemput keluarga, yang berpotensi menambah biaya transportasi sekaligus risiko keselamatan di jalan.
