IPOL.ID – Hari Raya Idul Adha bukan hanya menjadi ritual ibadah tahunan dan penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, Idul Adha memuat esensi penting dalam pembangunan karakter dan peradaban sebuah bangsa.
Ketua Musyrif Diny, KH Cholil Nafis menilai bahwa keteladanan, kegigihan, dan keteguhan keluarga Nabi Ibrahim AS sangat ideal dalam mencetak generasi penerus bangsa yang tangguh.
“Idul Adha adalah momentum refleksi nasional. Jika kita ingin membangun karakter bangsa yang kuat, jujur, dan berintegritas, maka kita harus menengok kembali bagaimana cara Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail membangun fondasi keluarga mereka,” ujar Kiai Cholil, Rabu (27/5/2026).
Wakil Ketua Umum MUI ini menilai bahwa ibadah kurban memiliki dua nilai, yakni kesalehan spiritual dan kesalehan sosial. Hal itu yang dilakukan oleh keluarga Nabi Ibrahim AS, sehingga bisa menjadi contoh dalam pembangunan karakter dan peradaban sebuah bangsa.
Dalam kesalehan spiritual, mengenai penyerahan diri kepada Allah SWT dan mengekang egoisme. Sementara kesalehan sosial, tercermin dari semangat rela mengorbankan diri, seperti dalam diri Nabi Ismail AS.
