Menurut Kiai Cholil, sikap Nabi Ismail AS sangat penting untuk diteladani, terurama bagi generasi muda Indonesia. Sebab, Nabi Ismail AS adalah figure anak yang saleh dan baik.
Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini mengungkapkan, Nabi Ismail AS memiliki pandangan jauh ke depan atas dasar spiritual yang tinggi, berani mengambil sikap di saat situasi yang sulit, rela berkorban, dan berbakti kepada orang tuanya.
Baca juga:MUI Imbau Khatib Jumat dan Idul Adha Bacakan Doa Qunut Nazilah untuk Gaza
“Ismail bukanlah pemuda penakut yang mudah putus asa, tapi seorang lelaki muda gentleman yang berani mengambil risiko atas sebuah prinsip yang diyakininya,” kata Kiai Cholil.
Ketika hendak dikorbankan oleh ayahnya Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS tidak ada sedikitpun keraguan dalam hatinya, namun justru berkata:
يَٰأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِى إِن شَاءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ
“…Wahai ayahku, jika memang itu perintah Tuhanmu, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insyaallah engkau akan menjumpaiku termasuk orang yang sabar.” (QS. As-Shaffat: 102).
