Saat di lokasi, kepolisian mendapatkan keterangan dari saksi Ridwan, 36, selaku satpam Kampus Budi Luhur yang melihat mobil pribadi jenis Mazda warna merah marun berhenti di depan kampus.
Kemudian, Ridwan menghampiri dan saat itu pemilik mobil Mazda tengah negosiasi dengan sopir truk engkel warna kuning. Tetapi saat bernegosiasi itu, sekitar enam anak punk menghampiri sang sopir truk dan menanyakan kepada sopir truk kalau rekannya ada yg terserempet tangannya.
Nah, setelah pengemudi mobil pribadi dan sopir truk menyelesaikan urusannya. Selanjutnya, kepada sopir truk, sejumlah anak punk itu meminta pertanggung jawaban untuk mengobati rekannya yang terserempet truk.
Saat itu, saksi Ridwan mengetahui jika sopir truk itu bertanggung jawab dengan mentransfer sejumlah uang kepada anak punk dan permasalahan selesai. Kemudian emua pihak membubarkan diri melanjutkan perjalanan ke arah Cipulir.
“Jadi saat datang di TKP hasil penelusuran sudah tidak menemukan masing-masing pihak yang dirugikan, dari keterangan saksi masing-masing pihak sudah membubarkan diri jalan ke arah Cipulir,” terang Seala.
