Kondisi tersebut berpotensi menambah beban anggaran hingga sekitar Rp12 triliun per tahun jika tidak segera dilakukan penataan.
Lonjakan serupa juga terjadi pada titik layanan di wilayah 3T. Dari target awal sebanyak 2.000 titik, jumlahnya kini mencapai 8.617 lokasi.
“Perlu penataan yang menyeluruh oleh Kepala BGN dan manajemen yang baru untuk membenahi program yang sangat penting,” katanya. (far)
