Dari proses verifikasi awal, BGN menemukan sekitar 27.877 dapur yang tercatat aktif. Namun setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, ditemukan sejumlah data ganda sehingga angka tersebut kembali dikoreksi.
Hasil pendataan terbaru menunjukkan jumlah dapur yang menjadi acuan sementara berada di angka 27.820 unit. Angka itu akan digunakan sebagai dasar dalam proses penataan dan evaluasi lanjutan.
“Ya, ketemulah 27.877. Stop, saya bilang. Itu ya patokannya. Kan kalau nanti bergerak terus kami bingung mau mulai dari mana. Oke, pakai itu,” ujarnya.
“Ternyata setelah 27.877 itu kami teliti lagi, ternyata juga ada yang masih dobel dan seterusnya. Sehingga berkurang lagi 57. Jadi 27.820. Stop itu dulu ya. Itu maksudnya, kalau semua bergerak terus kan kami bingung ya,” imbuhnya.
Penetapan jumlah sementara diperlukan agar proses penataan tidak terus berubah. Data tersebut dijadikan acuan awal evaluasi, termasuk untuk melakukan moratorium SPPG.
“Jadi sementara ini kita stop dulu untuk kami tata ulang tadi itu,” ucapnya.

