Pihak manajemen memastikan distribusi makanan kepada para penerima manfaat akan kembali dilaksanakan setelah persoalan pendanaan terselesaikan dan operasional dapat berjalan normal.
Di tengah terhentinya layanan MBG tersebut, muncul desakan dari masyarakat agar pemerintah daerah mengambil langkah tegas. Warga Pangandaran, Dedi Hartoyo, meminta Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk tidak bersikap pasif terhadap persoalan yang terjadi.
Menurutnya, Bupati Pangandaran perlu berani mengambil kebijakan apabila pelaksanaan program di lapangan dinilai tidak sesuai dengan tujuan awal yang telah dirancang pemerintah pusat.
“Kalau memang pelaksanaannya seperti sekarang, program MBG di Pangandaran lebih baik dihentikan dulu sampai ada perbaikan yang jelas,” ujar Dedi, Jumat (5/6/2026).
Dedi juga menyoroti kualitas makanan yang selama ini diterima siswa. Berdasarkan pengamatannya, baik rasa maupun porsi makanan dinilai belum mencerminkan tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis.
“Kalau dilihat langsung, setiap porsi makanan yang diberikan tidak berbanding lurus dengan tujuan Program Makan Bergizi Gratis. Nilai gizinya juga menjadi pertanyaan masyarakat,” katanya.
