“Saya sangat bangga dengan pencapaian ini. Rasanya seru kembali bermain bareng Mika. Kami lebih kompak, bisa saling melengkapi dalam pertandingan. Saya belajar dan evaluasi pas main bareng pertama kali di ITF Jakarta. Jadi, ketika Mika ngajak lagi setelah saya pulang dari Davis Cup, saya langsung mengiyakan ajakan,” ujar Komang, siswa SMPN 1 Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah ini
Senada, Mika juga menyanjung penampilan Komang sepanjang berduet di seri kedua. Mika menilai Komang adalah petenis yang komplit. Backhand dan forehand Komang, menurutnya, sama baik.
“Tangannya Komang itu istimewa. Enak mainnya,” papar Mika, siswa Life Community School, Jakarta Barat.
Komang pun enggan langsung berpuas diri. Petenis asal Bali mengungkapkan bahwa pencapaian ini memotivasinya untuk berlatih lebih giat. Dirinya bertekad untuk meningkatkan prestasi supaya bisa bertanding di luar negeri, pada kasta turnamen ITF yang lebih tinggi.
Sementara itu, Rafa Jeconia mesti meregulasi kekecewaannya atas kekalahan di final ganda putra. Pasalnya, Rafa akan menjalani ulangan final tunggal pekan pertama. Ia kembali menantang petenis asal Amerika, Brandon Putra, pada final tunggal putra ajang entry level ITF.
