Dia juga menyoroti usulan Dino yang menyarankan agar Prabowo lebih banyak menerima kunjungan pemimpin negara lain di Indonesia ketimbang melakukan lawatan ke luar negeri.
Menurutnya, di tengah dinamika geopolitik global yang penuh ketidakpastian, seorang kepala negara perlu bersikap aktif dalam membangun komunikasi dan hubungan diplomatik dengan negara lain, baik melalui kunjungan kenegaraan maupun menerima kunjungan dari pemimpin negara sahabat.
“Solusi yang disampaikan agar Pak Prabowo lebih banyak mengundang pemimpin negara lain juga agak aneh. Di tengah ketidakpastian situasi global saat ini bahkan Donald Trump merasa perlu mengunjungi China untuk memperjuangkan kepentingan negaranya,” urainya.
“Menurut kami justru Presiden Prabowo harus sangat proaktif baik menerima kunjungan maupun juga mengunjungi pemimpin negara lain,” sambung dia.
Habiburokhman juga menilai kurang tepat apabila kritik keras terhadap kebijakan luar negeri justru datang dari mantan pejabat diplomatik yang pernah berada di lingkar pemerintahan.
