“Sebagai mantan Wamenlu juga kurang etis jika Dino mengkritik kinerja politik luar negeri pemerintahan Prabowo,” cetusnya.
Ia lalu membandingkan tradisi politik di negara-negara maju, di mana mantan pejabat cenderung membatasi diri dalam mengkritik penerus mereka sebagai bentuk penghormatan terhadap pihak yang sedang menjalankan amanah jabatan.
Sikap tersebut penting demi menjaga stabilitas dan iklim pemerintahan tetap kondusif serta menunjukkan penghormatan terhadap proses kerja para pejabat yang sedang menjabat.
“Di negara-negara maju, mantan pejabat membatasi diri untuk mengkritik kinerja para penerus atau penggantinya. Hal tersebut didasarkan pada sikap menghormati orang yang sedang bekerja,” katanya.
“Kritik mantan pejabat kepada penerusnya bahkan bisa menjadi bumerang jika publik membanding kinerja si mantan dengan yang sedang menjabat,” tutupnya. (far)
