Ia menyebut sedikitnya 1,5 juta orang terlibat dalam operasional dapur pelayanan gizi yang tersebar di berbagai daerah.
Maka, Hasan menilai tudingan yang menyebut SPPG sebagai alat politik secara tidak langsung juga menghina para pekerja dan masyarakat penerima manfaat program tersebut.
“Kalau dia bilang SPPG itu satuan penjilat Prabowo-Gibran, berarti dia sedang mengata-ngatai 1,5 juta warga Indonesia yang bekerja di dapur SPPG sebagai penjilat Prabowo-Gibran. Dia juga sama sedang mengata-ngatai 62 juta penerima manfaat anak sekolah, ibu hamil, dan menyusui anak-anak balita. 62 juta penerima manfaat ini sebagai penjilat Prabowo-Gibran. Hati-hati kalau bicara,” bebernya.
Menurut dia, kritik seharusnya dibangun berdasarkan data dan fakta, sehingga tidak berpotensi merusak reputasi program pemerintah.
Karena itu, masyarakat diingatkan agar tidak mudah menerima begitu saja informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu.
“Jangan sampai fakta di diskon, kebenaran di diskon, dan nalar di diskon,” ujarnya.
