Informasi, kata dia, harus dipahami secara utuh layaknya makanan yang perlu dikunyah sebelum ditelan. Ia meminta publik membiasakan diri mencari kebenaran dan memeriksa fakta sebelum ikut menyebarkan sebuah narasi.
“Itu sama dengan informasi. Kalau ada informasi, resapi dulu. Cari dulu apa sih malasnya sekarang mencari informasi yang benar. Lihat dulu faktanya ini benar fakta yang sudah terjadi bertahun-tahun apa nggak. Cari dulu kebenarannya ini benar apa nggak. Jangan sampai nalar Anda kemudian dipotong-potong. Jangan sampai nalar Anda didiskon-diskon,” paparnya.
“Cukuplah tas yang didiskon. Cukuplah harga barang yang didiskon. Tapi nalar dan pikiran jangan sampai didiskon,” imbuhnya.
Hasan juga mengajak masyarakat untuk tidak membangun ruang publik dengan kemarahan maupun kebencian yang berisiko memperburuk kualitas diskusi publik.
Ia menilai persatuan dan kesatuan menjadi modal utama dalam membangun bangsa, bukan saling menyerang dengan sentimen negatif.
“Karena negara kita tidak dibangun dengan kemarahan. Negara kita tidak dibangun dengan kebencian. Justru negara kita hanya bisa dibangun dengan persatuan dan kesatuan,” katanya. (far)
