Sementara itu, Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kemendag, Bayu Nugroho, menekankan pentingnya kawasan Amerika Latin sebagai pasar potensial bagi produk Indonesia, khususnya melalui pemanfaatan perjanjian dagang Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA).
“Pemanfaatan IC-CEPA tidak hanya membuka peluang peningkatan ekspor Indonesia ke Cili, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk ke kawasan Amerika Latin. Pelaku usaha perlu memahami karakteristik pasar, preferensi konsumen, dan ketentuan perdagangan agar peluang ini dapat dimanfaatkan secara optimal,” kata Bayu.
Bayu juga menilai kehadiran Meksiko dalam forum ini menjadi langkah awal penting untuk memperluas jejaring bisnis Indonesia di kawasan tersebut, termasuk potensi masuk ke rantai pasok global.
Di sisi lain, peluang ekspansi juga terbuka di kawasan Afrika yang diwakili Ethiopia, Nigeria, dan Aljazair. Sejumlah sektor seperti alat kesehatan, vanili, dan makanan ringan dinilai memiliki potensi besar.

