Menurutnya, keberhasilan PT IMC menembus pasar global menjadi contoh nyata pemanfaatan fasilitasi perdagangan. Perusahaan tersebut pernah mengikuti business matching virtual dengan pembeli dari Amerika Serikat dan memperoleh buyer dari Jerman melalui fasilitasi Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg.
Selain itu, PT IMC juga berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2024 dan berhasil menjaring sejumlah calon pembeli potensial dari berbagai negara.
PT IMC merupakan produsen gula kelapa yang beroperasi sejak 2012 dan kini telah mengekspor produknya ke 56 negara di kawasan Amerika, Asia, Eropa, Afrika, dan Australia. Perusahaan tersebut juga bermitra dengan sekitar 5.000 pemasok bahan baku yang berasal dari Banyumas, Purbalingga, Kebumen, dan Cilacap.
Dalam kegiatan ekspornya, PT IMC memanfaatkan berbagai jenis SKA, antara lain Form B, Form AANZ, Form D, dan Form IJEPA untuk mendapatkan fasilitas tarif bea masuk yang lebih rendah di sejumlah negara tujuan ekspor.
Mendag Busan juga mengungkapkan, sepanjang Januari hingga Mei 2026, Kemendag telah memfasilitasi 621 pelaku usaha dalam 333 kegiatan business matching. Dari kegiatan tersebut, tercatat potensi transaksi mencapai USD 193,88 juta.

