Di samping masalah pasokan, Komut Pertamina juga menegaskan komitmen perusahaan terhadap aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang tidak boleh dikompromikan. Ia menginstruksikan seluruh pekerja untuk mematuhi Corporate Life Saving Rules (CLSR) tanpa terkecuali. “Penerapan aturan keselamatan kerja ini wajib menjadi urat nadi dalam setiap aktivitas operasional sehari-hari di lingkungan Pertamina,” tuturnya.
Mochamad Iriawan juga mengajak seluruh Perwira Pertamina untuk membudayakan sikap saling mengingatkan satu sama lain di lingkungan kerja. Ia meminta agar setiap pekerja tidak ragu untuk mengintervensi jika melihat adanya tindakan atau kondisi yang dinilai tidak aman (unsafe act/unsafe condition). Selain itu, ia memastikan bahwa seluruh keandalan fasilitas operasi harus selalu diuji dan dirawat dengan standar tertinggi.
Guna menguji kesiapsiagaan personel di lapangan, pada kesempatan yang sama Komisaris Utama meminta para Perwira Pertamina untuk melakukan demonstrasi penanggulangan kebakaran. Simulasi tersebut berjalan dengan taktis dan cekatan, membuktikan bahwa seluruh tim di Integrated Terminal Tenau Kupang siap menghadapi situasi darurat demi mengamankan objek vital nasional serta menjaga pasokan energi tetap aman. (bam)
