Selain itu, ia menekankan pentingnya kepemilikan alat produksi oleh koperasi. Menurutnya, aset strategis seperti lahan, bangunan, mesin produksi, hingga modal usaha harus berada di bawah kendali koperasi agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Jangan sampai alat produksi dimiliki pemilik modal. Kalau itu terjadi, koperasi hanya akan menjadi buruh dari pemilik modal. Kita tidak ingin koperasi justru menjadi alat yang dimanfaatkan untuk menghisap ekonomi masyarakat di tingkat bawah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kesuma Kelakan juga mendorong agar koperasi diberi peran strategis sebagai penyalur berbagai kebutuhan bersubsidi, seperti pupuk, benih, hingga energi. Menurutnya, koperasi merupakan lembaga yang paling memahami kebutuhan masyarakat di wilayahnya sehingga distribusi bantuan dan subsidi dapat dilakukan lebih tepat sasaran.
“Koperasi harus diperankan sebagai penyalur utama barang-barang subsidi karena mereka yang mengetahui secara langsung kebutuhan masyarakat di daerahnya. Dengan begitu, distribusi bisa lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

