Kawasan indikasi geografis Java Preanger mencakup sejumlah wilayah pegunungan di Jawa Barat yang memiliki karakteristik geografis khas. Meski berada dalam satu nama yang sama, setiap kawasan memiliki karakter rasa yang berbeda-beda. Faktor ketinggian, iklim, kondisi tanah, hingga teknik budidaya yang diterapkan petani membentuk keunikan kopi dari masing-masing wilayah.
Di kawasan Gunung Tilu, kopi ditanam pada ketinggian sekitar 1.200 hingga 1.600 meter di atas permukaan laut. Kondisi tersebut didukung tanah vulkanik yang subur sehingga menciptakan lingkungan yang ideal bagi budidaya kopi Arabika. Kombinasi faktor geografis inilah yang menjadi dasar pelindungan indikasi geografis Kopi Arabika Java Preanger.
Pelindungan tersebut terbukti memberikan dampak ekonomi yang nyata. Menurut Aleh, harga ceri merah yang dahulu hanya berkisar Rp1.000 per kilogram kini dapat mencapai lebih dari Rp20.000 per kilogram. Sementara itu, harga green bean yang sebelumnya berada di kisaran Rp60.000 per kilogram kini telah mencapai sekitar Rp140.000 per kilogram.

