Rapat koordinasi membahas perkembangan situasi terkini, kebutuhan penanganan darurat, percepatan pendataan kerusakan dan kerugian, serta langkah-langkah pemulihan perlu segera dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak.
“Hasil rapat koordinasi tadi, pada hari ke 4 setelah terjadi bencana, alhamdulillah sangat cepat penanganannya, sudah terbangun tenda-tenda dekat rumah warga sebagai antisiapsi bila ada gempa susulan,” ujar Suharyanto.
Pada rakor tersebut juga ada pembahasan mengenai potensi risiko banjir bandang, mengingat beberapa bukit secara visual tampak mengalami longsor disebagian titik. Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah daerah menggunakan drone, sedikitnya terdapat 24 titik longsoran, empat titik, diantaranya, tampak tersumbat material longsoran.
Sebagai respon cepat, Suharyanto memerintahkan untuk segera melakukan pengecekan secara berkala dengan tindakan sementara melakukan penyemprotan menggunakan pompa alkon pada titik sumbatan.
“Akibat hujan airnya tertahan, khawatir bila curah hujan makin tinggi akan berpotensi risiko terjadi banjir bandang, tadi sudah sepakat akan dijebol pakai pompa alkon pada bagian tersumbat,” ungkapnya.

