“Alhamdulillah, saya bersyukur pak ada tenda BNPB, kalo kemarin ada angin masuk dingin sampai kedalam, sekarang sudah lebih nyaman,” ucap Yansen.
Sejurus, Suharyanto menegaskan bahwa tinggal ditenda hanya sementara. Bagi warga yang rumahnya rusak akibat bencana akan mendapatkan bantuan stimulan dengan skema rumah rusak ringan Rp 15 juta, rusak sedang Rp 30 juta dan rusak berat Rp 60 juta.
Kemudian, untuk rumah rusak berat, BNPB akan menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH). Bantuan DTH itu diberikan kepada keluarga mengalami rumah rusak berat dan memilih untuk menyewa rumah atau tinggal di hunian kerabatnya. Pemerintah pusat melalui BNPB menyediakan DTH sampai hunian tetap (Huntap) mereka selesai dibangun.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan hasil asesmen lapangan, Kabupaten Sigi menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan akibat gempa bumi yang terjadi pada Selasa (16/6).
Setelah sebelumnya, kaji cepat sementara mencatat terdapat tiga orang meninggal dunia. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban pertama meninggal saat bencana terjadi akibat serangan jantung dipicu situasi darurat pascagempa.

