Korban kedua meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Torabelo Sigi pada Rabu (17/6), akibat luka diderita pascagempa.
Selanjutnya, korban ketiga dilaporkan meninggal pada Kamis (18/6) dini hari, ketika menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bala Keselamatan (BK) Palu.
Sebagai informasi, gempa tektonik M6,7 terjadi pada Selasa (16/6) pukul 11.27 WITA dengan pusat gempa berada di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, tepatnya di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, pada kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut tak berpotensi tsunami, namun guncangannya dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Sulteng hingga menyebabkan kepanikan masyarakat.
Hingga Kamis (18/6), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 703 kali gempa susulan. Gempa susulan terbesar mencapai M5,2 dan terkecil M1,3, dengan 25 kejadian, di antaranya, masih dirasakan masyarakat. Kondisi ini menyebabkan sebagian warga masih memilih bertahan di tenda maupun lokasi pengungsian sementara karena khawatir terhadap potensi gempa susulan.

