Ia menjelaskan kondisi pasar minyak sawit masih belum stabil. Harga CPO sempat turun mendekati Rp14.000 per kilogram, tetapi kembali mengalami kenaikan. Fluktuasi juga terjadi pada harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang sebelumnya melemah sebelum kembali menguat.
“Jadi kita akan melihat harganya stabil ya, setelah itu baru ditetapkan berapa angka untuk kenaikan harga eceran tertinggi untuk MinyaKita,” terangnya.
Penyesuaian tersebut diperkirakan baru diumumkan dalam satu hingga dua minggu ke depan.
“Segera kita lakukan penyesuaian apabila harga relatif normal ya, harga CPO,” tutunya.. (far)
