Menurut Dewiana, seluruh barang bukti yang sempat berpindah tangan telah berhasil ditemukan. Polisi juga mengamankan pihak yang membeli kendaraan hasil kejahatan tersebut untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
“Barang bukti motor dan HP sudah kami temukan semua. Termasuk orang yang membeli motor tersebut juga sudah kami amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Rekam jejak Suparman terbilang sangat kelam. Berdasarkan catatan kepolisian, pria paruh baya ini merupakan seorang residivis kambuhan yang sudah dua kali mendekam di jeruji besi atas kasus serupa yakni pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia.
Bilqis pertama kali ditemukan tewas pada Jumat (5/6) sekitar pukul 16.00 WIB oleh ibunya, Dewi Sri Lestari (34), yang baru pulang bekerja.
Jasad bocah kelas sekolah dasar itu tergeletak di dalam rumah keluarga di Desa Dawung, Kecamatan Jenar.
Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, mengatakan kondisi korban saat ditemukan sangat memprihatinkan. Tubuh korban mengalami sejumlah luka akibat senjata tajam, terutama di bagian wajah dan tangan.
