“Kerusakan tersebut tersebar di beberapa wilayah dengan tingkat dampak yang berbeda-beda,” katanya.
Di Kabupaten Sigi tercatat sekitar 44 unit rumah terdampak, satu unit rumah mengalami rusak ringan, empat fasilitas ibadah terdampak, dua gedung perkantoran terdampak, satu bangunan terdampak, serta satu jembatan mengalami kerusakan.
Di Kabupaten Poso, lima unit rumah terdampak, tiga unit rumah mengalami rusak ringan, dan satu ruas jalan provinsi mengalami kerusakan. Kabupaten Parigi Moutong melaporkan sekitar 15 unit rumah terdampak.
Di Kota Palu, kerusakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III yang mengalami keretakan, satu tempat usaha terdampak, satu fasilitas umum terdampak, dan satu bangunan hotel mengalami kerusakan yang masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Hingga kini, pendataan dampak di Kabupaten Donggala masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
Di tengah proses pendataan dan penanganan dampak, aktivitas gempa susulan masih terus terjadi di sekitar wilayah terdampak.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga pukul 14.00 WIB telah terjadi 55 kali aktivitas gempa susulan (aftershock) di sekitar lokasi gempa utama. Jumlah dan karakteristik gempa susulan masih terus diperbarui sesuai hasil pemantauan BMKG.
