“Kami percaya olahraga kampus tidak hanya menghasilkan atlet. Ia membentuk disiplin, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, dan berbagai keterampilan hidup yang akan dibawa mahasiswa setelah mereka lulus,” ia menambahkan.
Campus League dibangun di atas tiga pilar utama: Athleticism, Academics, dan Affinity, yang menempatkan olahraga sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa. Melalui pendekatan tersebut, student-athlete tidak hanya dituntut berprestasi di lapangan, tetapi juga berkembang secara akademik dan sosial.
Tidak hanya berfokus pada basketball, tahun ini Campus League juga akan menyelenggarakan kompetisi di nomor badminton dan futsal, sebelum menutup kalender dengan UniGames yang akan menghadirkan berbagai cabang olahraga lainnya.
Ryan Gozali berharap momentum yang terbangun selama musim pertama basket dapat menjadi fondasi untuk memperkuat ekosistem olahraga mahasiswa Indonesia pada tahun-tahun mendatang. “Karena pada akhirnya, yang dibangun bukan hanya kompetisi, melainkan sebuah sistem yang memberi ruang bagi generasi muda Indonesia untuk bertumbuh melalui olahraga,” tutur Ryan.
