Terkait gagasan pembinaan sejak usia dini dari jenjang SD hingga SMA, Luhut menilai hal tersebut sangat selaras dengan visi regenerasi PB PASI. Pemanduan bakat dari usia 8 hingga 10 tahun adalah kunci utama untuk mencetak juara dunia yang tahan banting. Oleh karena itu, PB PASI siap menyelaraskan program-program pembinaan seperti pusat pelatihan desentralisasi yang saat ini sedang berjalan di Papua, agar terintegrasi dengan visi Akademi Olahraga tersebut.
Menutup keterangannya, Luhut kembali menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengawal keberlanjutan program pengiriman atlet dan pemusatan latihan dari akar rumput.
“Dukungan dari kalangan usaha juga memainkan peran sentral di balik keberhasilan program pembinaan selama ini. Sinergi yang kokoh ini memberi kami ruang gerak yang lebih luas untuk terus mengakselerasi jam terbang internasional para atlet, guna memastikan Merah Putih selalu siap dan kompetitif di panggung dunia,” pungkasnya. (bam)

