“Kalau kita tarik sejarah umat Islam, tahun baru Hijriyah dimulai jaman Umar Ibnu khatab.
Dihitung sejak hijrah Nabi Muhammad SAW pada tahu 622 Masehi dari Mekkah ke Madinah. Di zaman sekarang ini, tantangan itu semakin berat seiring menguatnya sikap individualistik, perbedaan pandangan, dan berbagai tantangan sosial yang kompleks. Karena itu nilai-nilai hijrah perlu kita wujudkan dalam bentuk kesediaan untuk membangun dialog dan memperkuat toleransi,” tandasnya. (Sofian)
Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Rasyidi HY Ingatkan Makna Hijrah Bagi Umat Muslim di Tanah Air
