“Kalau memang sekiranya ini menjadi masalah, kenapa jemaah tidak ditanazulkan saja sehingga tidak menjadi beban. Jangan sampai mereka terbebani, tidak mendapatkan makanan, sakit di dalam tenda, dan tidak mendapat fasilitas kesehatan yang layak,” pungkasnya.
Apresiasi Secara Keseluruhan
Meski memberikan catatan kritis terhadap situasi di Mina, Selly tetap memberikan apresiasi atas peningkatan layanan ibadah haji tahun 2026 secara keseluruhan, terutama selama jemaah berada di Makkah dan Madinah.
“Secara keseluruhan, untuk beberapa pelayanan di Makkah dan Madinah berjalan dengan relatif lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Tetapi memang kendalanya itu berada di Mina,” jelas Selly.
Ia menegaskan bahwa puncak ibadah haji yang terpusat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) membutuhkan persiapan dan eksekusi yang sangat matang karena tingginya tingkat kesulitan di lapangan.
“Tentu ini menjadi perhatian kita, bahwa puncak haji itu justru harus diperhatikan berada di Armuzna. Dan Mina ini akan menjadi titik perhatian DPR ke depannya,” tutupnya. (Tim Redaksi)
