Kepada awak media, Ischak menjelaskan, awal kejadian itu saat tim patroli menemukan kerumunan warga di lokasi kejadian sekitar pukul 23.40 WIB.
Korban adalah balita berusia kurang lebih 4 tahun, terjebak di dalam lubang yang diduga disiapkan pihak proyek untuk penanaman pondasi.
Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan Damkar dan alat berat ekskavator setelah upaya penggunaan crane tidak membuahkan hasil. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, sayang nyawa korban tidak tertolong.
“Kami lakukan evakuasi, lubang tersebut sudah kami tutup kembali supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kemudian kita melakukan penutupan tempat kejadian perkara supaya perkara tersebut dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Ischak. (Joesvicar Iqbal)

