Sementara itu, Anastacia Niken mengaku anaknya dalam kondisi sehat sebelum menjalani pemeriksaan CT Scan. Ia menyebut sang anak masih bermain dan makan seperti biasa di rumah sakit sebelum masuk ke ruang radiologi.
Menurut Niken, saat menunggu di luar ruang pemeriksaan, ia melihat seorang perawat membawa bed dorong dan tabung oksigen menuju ruang CT Scan. Tak lama kemudian, keluarga mendapat informasi bahwa korban mengalami muntah darah dan henti napas.
“Dia sehat, tidak sakit, masih bermain dan makan sebelum tindakan. Setelah tindakan itu dia tidak sadar sampai akhirnya meninggal dunia,” ungkap Niken.
Menanggapi laporan tersebut, Direktur RSUD Prambanan, Ratih Susila, menyatakan pihak rumah sakit sedang menyusun jadwal untuk memberikan penjelasan medis secara resmi kepada keluarga korban dan kuasa hukumnya.
Menurut Ratih, rumah sakit telah menyiapkan kronologi kejadian serta ringkasan medis yang akan disampaikan kepada pihak keluarga. Selain itu, RSUD Prambanan juga telah melakukan audit medis internal sesuai prosedur melalui Komite Etik dan Komite Medik rumah sakit.
