“Setiap reses hampir selalu ada pertanyaan yang sama. Warga merasa tidak mampu tetapi tidak mendapatkan bantuan karena masuk Desil 6. Dengan hadirnya Sudin Sosial hari ini, masyarakat mendapat penjelasan yang lebih jelas,” tuturnya.
Selain persoalan bantuan sosial, warga juga menyampaikan keluhan terkait kondisi Taman Interaktif Sukapura. Salah seorang warga, Maysaroh dari RT 08/ RW 02, meminta adanya pengawasan yang lebih ketat karena taman kerap digunakan untuk aktivitas yang meresahkan masyarakat.
“Banyak ibu-ibu resah karena ada anak-anak yang dipaksa merokok di taman. Kami meminta pengawasan yang lebih baik agar taman benar-benar menjadi tempat bermain yang aman bagi anak-anak,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, politisi yang dikenal low profil itu menegaskan bahwa fasilitas yang telah dibangun pemerintah harus dijaga bersama oleh pemerintah maupun masyarakat.
“Pemerintah sudah membantu menyediakan taman interaktif. Namun masyarakat juga harus ikut memelihara dan mengawasi. Jika memang ada hal-hal yang belum sesuai dengan fungsi taman, tentu perlu ditingkatkan agar taman benar-benar layak menjadi tempat bermain anak,” katanya.
