IPOL.ID – Seorang pengurus sekaligus pelatih di lingkungan Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Kota Surabaya diduga melakukan pelecehan dan kekerasan seksual terhadap seorang atlet perempuan yang masih di bawah umur. Kasus tersebut saat ini tengah ditangani aparat kepolisian.
Dugaan kasus itu mencuat setelah sejumlah akun media sosial mengunggah kronologi kejadian yang disertai surat tulisan tangan korban. Dalam keterangannya, korban mengaku mengalami tindakan pelecehan yang diduga dilakukan pelaku dengan memanfaatkan posisinya sebagai pembina di lingkungan olahraga menembak.
Korban menuturkan, awal mula kejadian terjadi ketika pelaku memberikan hukuman fisik karena dirinya beberapa kali menjatuhkan magasin senjata saat latihan. Saat kondisi lapangan telah sepi dan hanya ada korban bersama pelaku, hukuman tersebut kemudian ditagih.
“Awal mulanya dia memberi aku hukuman fisik karena keseringan jatuhin mag. Pada suatu waktu dia menagih hukuman fisiknya kepadaku,” tulis korban dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
