“Keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana pembangunan mampu menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat, termasuk perempuan dan anak,” katanya.
Ia menambahkan, Kementerian PPPA terus mendorong pengarusutamaan gender dan pengarusutamaan hak anak agar setiap kebijakan, program, maupun anggaran pembangunan benar-benar responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak.
“Melalui pendekatan ini kita ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berjalan sendiri-sendiri, tetapi dibangun melalui kolaborasi dan sinergi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Meutia Hatta, Prof. Dr. Meutia Hatta Swasono, mengatakan peringatan 100 tahun Rahmi Hatta bertujuan menghidupkan kembali nilai-nilai kesederhanaan, keteguhan, dan pengabdian yang diwariskan kepada generasi penerus.
“Kita ingin generasi muda mengenal Rahmi Hatta bukan hanya sebagai istri Bung Hatta, tetapi sebagai perempuan Indonesia yang memiliki keteladanan, integritas, dan dedikasi bagi keluarga maupun bangsa,” kata Meutia.

