Untuk mempercepat pemadaman, BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing. Satu unit telah melakukan penyiraman udara pada Rabu (1/7), sedangkan helikopter kedua telah selesai dimobilisasi dan dijadwalkan mulai beroperasi pada Kamis dari Bandara Pondok Cabe.
Di sisi lain, BPBD Kabupaten Tangerang bersama pemerintah daerah dan sejumlah organisasi perangkat daerah terus melakukan pemadaman dari jalur darat di titik-titik yang masih dapat dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.
“BPBD juga telah melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan pemerintah setempat, menyalurkan 46 kasur kepada warga terdampak, serta menyiagakan tim kesehatan selama 24 jam,” sebut Muhari.
BNPB menyatakan, proses pemadaman masih menghadapi kendala karena titik api berada di puncak tumpukan sampah dengan elevasi tinggi sehingga sulit dijangkau dari darat.
Material sampah yang mudah terbakar juga menyebabkan api terus menyala dan menghasilkan asap pekat yang mengganggu permukiman warga.
Karena itu, penanganan masih membutuhkan operasi darat dan udara secara bersamaan. BNPB juga menilai perlu adanya penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan melalui aktivasi Pos Komando.

