Indra mengatakan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti Rumah BUMN, Otoritas Jasa Keuangan, pemerintah daerah, dan sektor perbankan, menjadi kekuatan utama dalam membangun ekosistem pemberdayaan yang komprehensif. Menurut Indra, sinergi tersebut memberikan kesempatan kepada ahli waris untuk memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan usaha, literasi keuangan, pemasaran digital, hingga akses pengembangan usaha yang lebih luas. “Kolaborasi lintas sektor akan memperbesar peluang keberhasilan para peserta dalam membangun usaha yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” kata Indra.
Indra menjelaskan semangat Program PEKA sejalan dengan transformasi layanan BPJS Ketenagakerjaan yang terus menghadirkan nilai tambah bagi peserta. Menurut Indra, keberhasilan sebuah program perlindungan sosial tidak hanya diukur dari besarnya manfaat yang diberikan, tetapi juga dari kemampuan penerima manfaat untuk bangkit, kembali bekerja, atau menciptakan usaha yang mampu menopang perekonomian keluarga dalam jangka panjang. “Kami ingin setiap penerima manfaat memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan sehingga santunan yang diterima dapat berkembang menjadi modal usaha yang produktif,” ungkap Indra.
