Terkait kebutuhan belanja pegawai tersebut, Yasti menjelaskan salah satu perhatian yang mengemuka ialah pemenuhan hak pegawai harus menjadi prioritas karena menyangkut keberlangsungan pelayanan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat. Oleh sebab itu, ia memandang pembahasan ini penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kebutuhan Basarnas.
Selain persoalan anggaran, Yasti juga menyoroti penataan organisasi Basarnas yang perlu menjadi perhatian. Ia mencontohkan struktur organisasi Basarnas Yogyakarta yang dinilai sudah perlu disesuaikan dengan beban tugas dan jumlah personel yang dikelola. Menurutnya, evaluasi tersebut dapat dibahas bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).
“Yang kedua, tentu kami juga mengimbau BKN, itu sudah harus ada penyesuaian, kantor Basarnas sekelas Yogyakarta itu kepala kantornya IIId, kalau IIId di pemerintah kebupaten itu hanya setingkat dengan kepala bidang. Bagaimana dia mengelola dengan staffnya ada lebih dari 117 orang, kemudian dia pangkatnya IIId dan itu sudah bertahun-tahun,” tutupnya. (Tim Redaksi)
