Kepada polisi, pelaku AM yang kesehariannya bekerja sebagai juru parkir di Pasar Kebayoran Baru dan pekerja serabutan mengaku, dia nekat mencuri sepatu demi memenuhi kebutuhan ekonomi.
“Sejak berpisah dengan istrinya, AM harus menanggung biaya kontrakan hingga memilih jalan pintas mencuri sepatu bermerek itu,” terang Nugrahadi.
Modus yang dijalankan pelaku lebih dulu berkeliling masuk ke gang-gang berjalan kaki, mengamati kondisi lingkungan terlebih dahulu. Pada kejadian pertama, AM mengenakan topi, pada kejadian kedua, mengenakan masker untuk menyamarkan identitas.
Jika melihat pintu pagar terbuka dan suasana sepi, AM akan masuk seolah-olah sebagai penghuni indekos, lalu mengeluarkan travel bag untuk mengambil sejumlah pasang sepatu yang ada di halaman atau teras.
“Pelaku mengambil sepatu secara acak, kemudian langsung dijual secara borongan di kawasan Pasar Loak Kebayoran Lama. Harganya pun bervariasi, sekitar Rp150.000 hingga Rp300.000 untuk beberapa pasang sepatu sekaligus, asalkan segera jadi uang tunai,” jelas Nugrahadi.
