Selain penyediaan hunian, dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Selasa (21/7/2026), Ravindra menyoroti persoalan pengelolaan sampah perkotaan sebagai tantangan yang harus segera diatasi. Menurutnya, pesatnya urbanisasi turut meningkatkan volume sampah dan emisi gas metana yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat maupun lingkungan.
“Pengelolaan sampah perkotaan menjadi salah satu prioritas nasional dan daerah. Dibutuhkan kolaborasi yang lebih kuat agar pembangunan kota tidak hanya mampu menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga tetap menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujar Ravindra dalam intervensinya.
Politisi Fraksi Partai Golkar ini juga mendorong penguatan skema blended finance yang memadukan pembiayaan publik, investasi swasta, pembiayaan pembangunan, serta dukungan pendanaan internasional untuk mempercepat pembangunan infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan, termasuk fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.
Lebih lanjut, Ravindra mengajak parlemen dari berbagai negara untuk memperkuat kerja sama melalui pertukaran praktik terbaik serta harmonisasi kebijakan guna menciptakan kota yang lebih bersih, sehat, tangguh, dan inklusif.
