Meski demikian, ia menegaskan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas, tetapi juga dari perhatian terhadap aspek keselamatan, terutama bagi jemaah lansia yang menjadi kelompok dominan dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Karena itu, Sri Wulan meminta pengelola memperhatikan sejumlah detail teknis yang berpotensi memengaruhi keamanan jemaah, seperti memastikan kondisi lantai tidak licin serta menyempurnakan bagian-bagian bangunan yang berisiko menimbulkan cedera, termasuk sudut wastafel yang masih menonjol.
“Kami mengevaluasi beberapa hal yang mungkin terlihat kecil, tetapi sangat penting bagi kenyamanan dan keselamatan jemaah. Lantai harus diperhatikan agar tidak licin sehingga lansia tidak merasa khawatir saat berjalan. Begitu juga bagian-bagian seperti sudut wastafel yang menonjol perlu disempurnakan agar lebih aman,” jelasnya.
Sri Wulan menilai perhatian terhadap aspek keselamatan merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan haji. Menurutnya, setiap fasilitas harus dirancang agar memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh jemaah, khususnya lansia yang membutuhkan perhatian lebih selama proses keberangkatan.
