Melalui tema ini, Jakarta Dessert Week ingin menunjukkan bahwa inspirasi kuliner tidak hanya datang dari bahan makanan, tetapi juga dari musik, seni, budaya, dan kehidupan sehari hari masyarakat Indonesia.
Mendorong Kolaborasi Antar Subsektor Ekonomi Kreatif
Pemilihan tema Dangdut merupakan bagian dari komitmen Jakarta Dessert Week untuk terus mendorong kolaborasi antar subsektor ekonomi kreatif.
Festival ini meyakini bahwa kuliner tidak berdiri sendiri. Sebaliknya, kuliner memiliki kemampuan untuk menjadi titik temu berbagai disiplin kreatif seperti musik, desain, seni rupa, ilustrasi, fotografi, film, fesyen, arsitektur, hingga storytelling.
Ketika berbagai disiplin tersebut saling berkolaborasi, lahirlah pengalaman budaya yang lebih kaya sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi para pelaku industri kreatif.
Melalui tema Dangdut, Jakarta Dessert Week mengajak para peserta festival untuk mengeksplorasi berbagai interpretasi kreatif terhadap budaya populer Indonesia melalui dessert, pastry, minuman, visual merchandising, kemasan, hingga pengalaman ruang yang mampu menghadirkan pengalaman festival yang lebih imersif.
Kuliner Sebagai Bagian dari Soft Power Indonesia
Di berbagai negara, makanan telah berkembang menjadi salah satu instrumen diplomasi budaya yang paling efektif.

