Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menjelaskan industri pengolahan nonmigas masih lebih banyak memenuhi kebutuhan pasar domestik dibanding ekspor. Namun, ia mengakui masih terdapat tantangan besar, terutama tingginya ketergantungan terhadap bahan baku impor, seperti di sektor farmasi yang masih mengimpor sekitar 90 persen bahan bakunya.
Menurut Faisol, pemerintah terus mendorong efisiensi biaya produksi agar industri nasional lebih kompetitif sekaligus memperkuat jaringan pemasaran IKM. Ia menyebut saat ini telah terbentuk sekitar 14 ribu sentra IKM yang akan terus dikonsolidasikan, termasuk melalui pemanfaatan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai jaringan pemasaran. Selain itu, pemerintah juga masih menunggu persetujuan kebijakan entry point impor untuk mengatur masuknya barang dari luar negeri demi melindungi industri dalam negeri. (Tim Redaksi)
