“Ini artinya apa? Artinya utilisasi yang hanya 40 persen kapasitas industri kita, kan 40 persen lagi istirahat, Pak Wamen. Ini 40 persen istirahat. Jadi bagaimana kita mau ngomong masalah industri yang berjalan baik, berkesempatan tinggi, pengembangan industri, kalau 40 persennya ini enggak jalan,” tegas Yoyok.
Selain itu, Ia juga meminta Kemenperin segera menindaklanjuti 80 temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta memperkuat pendampingan bagi industri kecil dan menengah (IKM), khususnya dalam membuka akses pasar dan penyederhanaan legalitas usaha.
“Mereka itu akan lebih bermanfaat kalau misalkan dibantu tentang penjualannya, akses pasarnya dipermudah, akses legalitasnya dan sertifikasinya mbok ditransparansikan, dipermudah kayak apa sih. Karena mereka butuh banget dalam situasi kayak gini,” kata Politisi Fraksi Partai NasDem itu.
Yoyok juga mengingatkan pemerintah agar mewaspadai meningkatnya daya saing negara tetangga, khususnya Vietnam dan Filipina. “Bank Dunia baru lho mengumumkan ada tetangga negara kita yang melompat ekonominya, Vietnam dan Filipina. Nyusul kita, Pak. Ini bahaya lho, Pak. Dan disebutkan di situ bahwa Vietnam ini maju karena ekspornya,” ujarnya.
