Sebelumnya, laporan disampaikan oleh Rektor UNESA sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (PB FOPI) Prof. Dr. Nurhasan yang diwakili Wakil Rektor IV sekaligus Ketua Pengurus Provinsi FOPI Jawa Timur, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko.
“Buku ini hadir pada momentum yang tepat yakni tanggal 7 bulan 7 tahun 2026,” kata Cahyo sembari mengucapkan selamat kepada para penulis dan KONI Pusat yang menerbitkan.
Ia menjelaskan semangat Sports Intelligence sejalan dengan UNESA. “Semoga karya ini menjadi referensi penting bagi akademisi, pengambil kebijakan, dan seluruh insan olahraga Indonesia,” pesannya.
Tak ketinggalan, KONI Pusat dan UNESA melanjutkan kerja sama yang dituangkan dalam Nota Kesepahaman.
*Paparan Buku Sports Intelligence*
Tiga penulis menjelaskan secara singkat isi buku yang tebalnya lebih dari 500 halaman dan terbagi menjadi 12 bab. Ketua tim penulis sekaligus Kabid Sports Intelligence Eman Sungkowo mengawali presentasi yang merangkul isi buku tersebut.
“Intelijen olahraga merupakan bentuk pemanfaatan informasi strategis dalam olahraga yang memungkinkan atlet dan pelatih memahami kekuatan, kelemahan serta pola lawan secara lebih mendalam dengan informasi yang akurat,” terang mantan Inspektur Utama (Irtama) BIN.

